Powered by Blogger.

Friday, November 22, 2013

JASA INSTALASI WAHANA OUTBOUND

Selain sebagai provider kegiatan outbound, dengan Divisi Teknis Instalasi  Wahana Outbound kami, pengelola desa wisata kawasan pasar perjuangan srowolan juga menawarkan beberapa jasa untuk membangun sebuah kawasan outbound bagi siapapun, baik institusi maupun perorangan.

Berikut adalah paket jasa yang kami tawarkan :
1. Jasa Instalasi Wahana outbound element darat : Highrope ( Burma bridge, Elvis Walk, Spider Web dll )
2. Jasa Instalasi Wahana Outbound element air : Ants in Log, Balancing Beam, Two Line Horizontal/Vertical, Muse, Balanced Bridge.
3. Jasa instalasi Wahana Flying Fox
4. Konseling manajemen Outbound.

Instalasi Wahana Outbound Banyu Sumilir
Untuk konseling Manajemen Outbound kami menawarkan jasa mengenai bagaimana anda harus menjalankan instalasi wahana outbound yang telah kami instal dilokasi anda, bagaimana anda harus menata sistem pemasaran yang efektif, bahkan kami juga melayani jasa konseling mengenai platform kawasan outbound yang akan anda bangun, dari mulai desain logo, desain proposal, pemetaan segmen pasar calon pengunjung bagi kawasan outbound anda.

Kami membuka  kesempatan seluas-luasnya bagi anda yang saat ini memiliki sumber daya cukup yang tidak terolah secara optimal untuk ikut ambil bagian dalam pasar dunia wisata diIndonesia khususnya ountbound.

Bersama kami, minat anda untuk memiliki instalasi wahana outbound sendiri akan kami bantu untuk terwujud. 

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi :
ANTARES HRM.
d/a Desa Wisata Kawasan Pasar Perjuangan Sorowulan
Jl.Palagan Tentara Pelajar Km. 14
Dn. Kadilobo Ds.Purwobinangun Kec.Pakem Sleman
0878.3934.9427 - 0274 8399779  Yogyakarta

Monday, September 30, 2013

"EXPLORATIVE LEARNING" SHABA OUTBOUND

A. BELAJAR TENTANG dan DARI ALAM

Program "Junior Explorative Learning" (JEL) merupakan program untuk anak-anak dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai tingkat Sekolah Dasar (SD)

Tujuan dari JEL adalah :

1. Belajar tentang alam

2. Belajar dari alam

Belajar tentang alam dalam arti anak-anak diberi kesempatan untuk mengenal dan memahami alam dan hukum-hukum alam. Anak-anak diperkenalkan bahwa sifat air adalah mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Anak-anak diperkenalkan pada siklus kehidupan secara alamiah, pada sumber air tanah dst.

Belajar dari alam berarti anak-anak mendapatkan pelajaran dari alam. Anak-anak akan belajar bahwa untuk tetap hidup manusia harus tangguh secara fisik dan mental, gigih dan tekun, berani dan teliti, percaya diri dan tolong menolong. Anak-anak akan belajar arti tanggung jawab.

MENGAPA PROGRAM "EXPLORATIVE LEARNING" PENTING

Belajar tentang alam dan mendapatkan pelajaran dari alam bagi anak-anak harus mempunyai dampak pembentukan watak bagi anak-anak. Program JEL dirancang untuk mendapatkan kemanfaatan berikut :

1. MENEMUKAN DIRI SENDIRI

Proses belajar akan lebih efektif kalau disertai emosi, tentang dan dukungan yang dibutuhkan. Orang akan menemukan kemampuan dirinya, nilai-nilai dalam dirinya, kasih sayang dan rasa tanggung jawab kalau berada dalam situasi darurat dan keadaan yang tidak diduga sebelumnya. Pengalaman yang melibatkan emosi atau perasaan akan membawa anak-anak pada "Penemuan Diri". Perasaan merupakan "jalan alamiah" menuju pengetahuan. Perasaan itu sendiri dapat kacau, menyakitkan, penuh pertentangan, tetapi semua itu datang dari diri anak yang paling dalam. Anak-anak akan memahami bahwa perasaan yang timbul dari pengalaman yang berat dan tidak terduga itu penting karena perasaan yang tercipta dari pengalaman semacam itu merupakan awal dari wawasan hidup selanjutnya.

Rasa ngeri pada waktu mengalami bahaya dilapangan, atau rasa haru melihat keindahan alam akan membangkitkan rasa ingin tahu dan pemahaman pada diri sendiri yang sebelumnya tidak dikenal oleh para siswa. Selanjutnya para siswa akan meneliti dirinya sendiri dan akan belajar dan terus meneliti dirinya sendiri.

Dalam proses “Explorative Learning” para siswa akan melakuka tugas-tugas yang memerlukan ketekunan, kebugaran, ketrampilan, imajinasi dan disiplin diri agar dapat mencapai kinerja yang berarti. Tugas utama para pembimbing adalah membantu siswa mengatasi rasa takut dan meyakinkan bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang lebih dari yang mereka pikirkan.

Kegiatan dialam yang melibatkan emosi akan menjadi pendorong tumbuhnya “semangat” dalam jiwa anak-anak. Jiwa yang bersemangat penting agar manusia bersemangat merupakan “energi” atau api dalam kehidupan.

2. MENUMBUHKAN PIKIRAN HEBAT

Dalam pikirannya, anak-anak selalu mengharapkan sesuatu yang hebat karena anak-anak memang berkeinginan memiliki “Pikiran Hebat” ini dapat diberikan kesempatan untuk tumbuh.

Pikiran hebat sudah ada dalam diri anak-anak, tetapi belum bekerja dengan baik. Agar dapat bekerja, maka diperlukan “bahan baker”. Kalau anak-anak berhadapan dengan alam, maka mereka akan berhadapan dengan “hal-hal yang tidak diperkirakan sebelumnya”. Di alam mereka berhadapan dengan ciptaan Tuhan yang mengagumkan yang tadinya tidak masuk diakal anak-anak. Pada waktu anak-anak berhadapan dengan gejala alam yang tidak pernah ditemui, mereka akan bertanya dalam dirinya mengapa hal itu dapat terjadi dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi.

Dalam membantu para siswa, para pembimbing harus menyadari pentingnya “pikiran hebat” yang sedang dialiri “bahan baker” selama program JEL ini.

3. RASA BERTANGUNG JAWAB

Belajar merupakan proses pribadi tetapi juga proses social. Dalam belajar, setiap orang menghadapi proses “penemuan” diri sendiri dan sekaligus juga terlibat dalam proses kelompok. Program JEL menawarkan peluang bagi anak-anak bertangung jawab terhadap proses dirinya sendiri maupun kelompok.

Dalam proses JEL, fungsi pembimbing adalah memberi tahu tentang ketrampilan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan, tetapi tidak memberikan jawaban atas permasalahan yang dihadapi para siswa atau menentukan jalur mana yang harus ditempuh oleh siswa.

Kalau rasa tanggung jawab sudah tertanam pada diri anak-anak, maka mereka akan menghargai dan bangga atas “kerepotan” dan kerja keras yang harus ditempuh.4. KASIH SAYANG DAN KEPERDULIAN

Selama proses berlangsung, perlu ditumbuhkan saling mempercayai antara siswa dengan pembimbing. Proses JEL merupakan kelompok yang tidak besar, sehingga para pembimbing dapat memberikan kepedulian serta membantu setiap siswa secara pribadi. Dengan kepedulian dan kasih sayang dari pembimbing dari rekan sendiri yang lebih tua, maka akan tertanam rasa aman secara fisik maupun secara emosional pada diri peserta.

5. KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN

Pada dasarnya semua anak harus merasa sukses dalam memperoleh “rasa percaya diri” dan “kemampuan diri” dalam menempuh tantangan dan kesulitan. Namun demikian anak-anak juga perlu mendapat pelajaran dari kegagalan, dengan didorong untuk lebih tekun waktu menghadapi masalah yang sulit. Anak-anak perlu didorong untuk menjadikan “ketidakmampuan” menjadi “peluang”.

Kurt Hahn (penemu Outward Bound) sangat menganjurkan “keakraban” antara keberhasilan dengan kegagalan. Keberhasilan tanpa kegagalan tidak akan memberikan rasa kepuasan yang tinggi. Oleh karena itu dalam program JEL anak-anak tidak boleh terlalu ditolong karena kasihan atau agar berhasil.

6. KERJASAMA DAN PERSAINGAN

Memenangkan persaingan dalam hidup tidak lagi menjadi tujuan kalau orang memahami arti “kerjasama” atau kolaborasi. Arti kata “persaingan” harus dipahami sebagai “persaingan antara dirinya sendiri dengan tantangan yang juga ditetapkan pada diri sendiri dan oleh diri sendiri”.

Dalam proses JEL anak-anak akan belajar bagaimana bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Kerjasama mempunyai makna bahwa keberhasilan diri merupakan keberhasilan bersama dan sebaliknya.

7. KERAGAMAN DAN KETERBUKAAN

Keberagaman dan keterbukaan akan memperkaya gagasan, kekuatan kreatif, kemampuan mendapatkan solusi permasalahan dan menghargai orang lain. Dalam proses JEL para siswa akan belajar menghargai perbedaan-perbedaan, baik dalam hal kemampuan, tingkat akademis, perbedaan agama, ras dan budaya dan sebagainya.

Orang bilang “banyak jalan ke roma”. Artinya untuk sampai pada tujuan tidak hanya tersedia satu jalan. Untuk suatu permasalahan tidak tersedia satu solusi. Oleh karena itu “perbedaan” dan “keterbukaan” akan membawa kita pada banyak pilihan jalan ke roma.

8. MELAYANI DENGAN IKLAS DAN PENGERTIAN

Melayani dengan iklas dan pengertian terhadap masalah yang dihadapi orang lain merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam program JEL anak-anak akan mendapat pemahaman tentang melayani orang lain. Prestasi akademik tinggi dalam sekolah perlu dikejar, tetapi prestasi akademik tersebut tidak akan ada manfaatnya kalau tidak ada “watak” atau “sikap” mau melayani orang lain.


LINGKUNGAN ALAM

Hubungan akrab dengan alam dan menghormat alam akan menyegarkan semangat hidup manusia. Bergaul akrab dengan alam memberi pelajaran tentang perputaran hidup secara alamiah dan tentang prinsip sebab dan akibat dalam hidup. Siswa yang diberi peluang untuk akrab dengan alam akan merasa menjadi “penjaga alam” dan terlibat dalam proses berkelanjutan generasi mendatang.

Anak-anak yang terbiasa hidup dialam terbuka, makan dan tidur dialam akan tumbuh menjadi orang dewasa yang stabil. Di alam anak-anak akan menemukan dirinya dan memahami makna mengambil resiko dalam kehidupan.

Pemandangan alam yang indah itu saja sudah mampu menajamkan “rasa” dalam diri anak. Anak-anak mempelajari “rantai dalam kehidupan dan dari sana mereka akan tahu bahwa semua isi alam raya yang telah diciptakan oleh Tuhan itu saling tergantung dan memberi manfaat satu kepada yang lain”.

Tidak diperlukan “alam liar” untuk memberi pelajaran kepada anak-anak tentang alam. Mereka akan belajar tentang alam dengan apa yang ada disekitar desa. Bagaimana bibit padi dapat menjadi beras yang dimakan setiap hari. Mereka akan belajar bahwa benih yang kecil dan lembut itu dapat berubah menjadi sayur, menjadi pohon besar atau menjadi buah yang lezat. Mereka akan belajar tentang aliran sungai sejak dari mata air dari hulu sampai hilir. Mereka akan belajar tentang fungsi hutan sebagai wilayah resapan air yang mereka pakai dalam hidup sehari-hari dikota.

Dalam program JEL anak-anak hanya perlu kita tarik perhatiannya terhadap alam dan gejala alam. Selama di alam mereka kita ajak untuk menjalin hubungan akrab dengan alam. Mereka dapat berbicara dengan pepohonan atau hewan kecil-kecil seperti belalang, jangkrik dan sebagainya. Berdiam diri di alam untuk mendengarkan alam akan berguna dalam kehidupan waktu dewasa karena menanamkan “kesyahduan” dalam jiwa mereka.

KESENDIRIAN DAN PENGENDAPAN

Proses belajar memerlukan waktu untuk “menyendiri” agar dapat melakukan “pengendapan” atas hal-hal yang telah dipelajari atau dialami. Proses “menyendiri” dan “pengendapan” tersebut diperlukan agar para siswa maupun guru menemukan kaitan hal satu dengan yang lain.

Proses “menyendiri” dan “pengendapan” dapat dilakukan dengan membuat laporan tentang apa yang telah dialami dalam proses “belajar dialam”. Kegiatan berbagi diantara siswa atau siswa dengan guru juga merupakan proses pengendapan yang baik.

DOWNLOAD PETA YOGYA

Pernahkah anda bingung hanya untuk mengingat dimana letak sebuah jalan di Yogya padahal kita besar dan lahir di Kota ini (Yogyakarta )? Saya yakin anda sering mengalaminya.Link dalam Post saya kali ini akan membantu anda untuk menghindari hal tersebut, dan akan lebih berguna lagi bagi anda yang bahkan tidak tinggal di Yogyakarta.
Untuk men-Download nya silahkan klik disini.

SHABA OUTBOUND

Sekolah Alam Shaba berada di dusun Karanggeneng Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta, berada di ketinggian ± 500 - 700 mdpl disebelah selatan lereng gunung Merapi. Akses jalan menuju Sekolah Alam Shaba sebagai berikut :

Dari Monjali (Monumen Jogja Kembali) ke utara ± 10 km sampai di perempatan dusun Balong (PT. Mataram Tunggal Garment), di perempatan tersebut belok kiri sampai pada pertigaan dusun Kadilobo belok kanan (ke utara) kemudian sampai di pertigaan dusun Karanggeneng belok kiri ± 1 km sampai di lokasi Sekolah Alam Shaba (depan SD Srowolan 1).

Dari perempatan Beran Sleman (lampu merah) ke utara ± 7 - 9 km sampai di perempatan dusun Donoasih (angina-angin) terus keutara sampai di perempatan dusun Gabugan (ada pohon beringin ditengah jalan), di perempatan tersebut belok kanan ± 900 m sampai di lokasi Sekolah Alam Shaba (depan SD Srowolan 1).

Saturday, September 28, 2013

SEKILAS TENTANG OUTWARD BOUND

Sejarah
Outward Bound / Out Bound berasal dari kata out of bounderies, yang merupakan istilah kelautan merujuk pada posisi kapal berada di laut bebas atau di luar wilayah labuh. Out of bounderies secara harafiah berarti di  luar batas-batas. Gabungan kata-kata ini dilakukan oleh Kurt Hahn, seorang pelaut sekaligus pendidik berdarah Jerman tetapi lebih dikenal sebagai penggiat dunia pendidikan Inggris. Kurt Hahn adalah sekretaris pribadi Pangeran Max Von Baden dari kekaisaran terakhir Kanselir Jerman. Setelah berseberangan dengan Hitler pada tahun 1933, Hahn pindah ke Skotlandia dan mendirikan sebuah sekolah Outbound/ Outward Bound pertaman bernama Gordonstaun School.

Pada tahun tahun 1941, Kurt Hahn mulai secara aktif menerapkan pola kegiatan outward bound dalam mempersiapakan pelaut-pelaut muda Inggris untuk melakukan pelayaran Perang Dunia II. Pola yang sama dilakukan oleh Angkatan Laut sekutu pada PD II untuk meningkatkan sinergi tim serta leadership dalam pasukan gabungan.
Setelah PD II, pola Outward Bound makin dikenal luas dan bukan saja di kalangan Militer, tetapi juga kepada kalangan sipil. Sekolah-sekolah yang secara khusus didirikan untuk pengembangan potensi dasar manusia menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri pelatihan dan pendidikan dengan pola 

Outward Bound untuk kalangan non militer secara resmi dimulai pada tahun 1990 ditandai dengan didirikannya lembaga Outward Bound Indonesia yang berinduk langsung ke Outward Bound Internasional di Inggris. Sampai saat ini, outward Bound telah berkembang pesat di seluruh dunia termasuk salah satunya diIndonesia.

Filosofi
There Is More In You Than You Think (Anda lebih dari yang sekedar anda pikirkan), merupakan ungkapan yang menjadi moto Kurt Hahn dalam mengembangakan pola pendidikan dan pelatihan Outward Bound. Hahn selalu yakin bahwa apa adanya kita saat ini adalah perwujudan dari apa yang kita pikirkan tentang diri kita dan bukan kita yang sebenarnya. Manusia telah mengasumsikan dirinya sendiri dengan ciri dan potensi tertentu baik positif maupun negatif, dan hal itu membuat manusia tetap menjadi sebatas yang mereka pikirkan. Sebuah kelompok organisasi atau perusahaan sering kali merantai para staf dan anggota di dalamnya karena struktur yang mereka buat. Sementara itu struktur itu bukan lagi dibangun atas garis-garis tetapi atas kotak-kotak. Setiap komponen hanya melakukan apa yang oleh struktur minta untuk mereka lakukan tetapi tidak berjuang melakukan apa yang sanggup mereka lakukan. Orang kesulitan meretas batas-batas diri karena tidak melibatkan keseluruhan jiwa, rasa dan strategi dalam melakukan sesuatu. Sementara itu kesenjangan structural terus terjadi seiring merosotnya jiwa kepemimpinan sejati (leadership) di mana pemimpin menjadikan setiap komponen potensi di dalamnya merasa berarti. Kutr Hahn bercita-cita agar di seluruh dunia, siapapun dan dalam keadaan apapun dengan profesi apapun, menyadari bahwa kita tidak memiliki batas. Orang harus meretas batas diri (personal block) agar memungkinkan diri berkembang, bersinergi dengan orang lain dan alam, memiliki cara pandang utuh dan terbuka, peduli, dan selalu berpikir bahwa saya lebih dari sekedar ini!

Filosofi-filosofi dan dasar pemikiran Kahn yang mendorong para penggiat serta pemerhati pendidikan dan pelatihan Outward Bound terus melakukan berbagai riset dan pengembangan agar pola ini mampu menembus berbagai batas sehingga cita-cita Kurt Hahn mendirikan Outward Bound bisa membantu dunia menjadi lebih baik dapat terwujud.

Proses Transfer Pengetahuan dalam Outward Bound
Outward Bound mengandalkan dua kekuatan besar dalam membantu peserta pelatihan untuk mencapai tujuan.
  1. Pengalaman:
Lahir dari simulasi-simulasi berupa permainan yang telah dirancang secara spesifik untuk tujuan pengembangan personal dan pengembangan tim/kelompok.
  1. Alam:
Alam memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk melatih manusia bagaiman bertahan, mengembangkan diri, mengenal diri sendiri, mengatasi masalah dan menjalin sinergi dengan orang lain dan alam di sekitarnya, dan alam dengan caranya sanggup membuat orang yang begitu terasing menjadi dekat dengan Sang Pencipta.
Perpaduan dua kekuatan di atas membuat Outward Bound dalam sejarah dan perkembangannya menjadi idola di seluruh dunia dalam melakukan pendidikan serta pelatihan pengembangan diri dan tim mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, militer, korporasi, instansi pemerintahan, lembaga dan organisasi.

sumber : http://pbsoutbound.wordpress.com/2013/02/08/sekilas-tentang-outward-bound/comment-page-1/#comment-9

SURVIVAL PROGRAM PBS

Banyak orang bingung mengatakan entah mau atau tidak menjalankan survival program lantaran tidak sepenuhnya tahu tentang hal satu ini.  survival berasal dari kata Survive, yang artinya bertahan; tetap ada. Survival adalah usaha untuk bertahan dan ketika istilah ini dikenakan pada manusia maka menjadi usaha untuk tetap bertahan hidup. Peserta program survival diposisikan dalam keadaan penuh keterbatasan, tanpa uang, tanpa bekal makanan, tanpa teknologi, hanya peralatan untuk bertahan di alam. Peserta harus memulai hidup seperti manusia yang tak memiliki apa – apa dan mendapatkan yang dibutuhkannya dari alam, selain itu ada banyak tantangan siap dihadapai selama program survival.
Seberapa penting mengikuti survival program?
Hari-hari inibanyak sekali kasus bunuh diri, kriminalitas dengan alasan ekonomi, di sana – sini keputusasaan menjadi menu harian. Banyak orang semakin takut menjalani hidup. Orang semakin terperangkap dalam budaya instan. Kemampuan manusia menghadapi tekanan menurun drastis.  Program survival menjadi salah satu jalan untuk mulai membangun ketahanan diri. Orang harus sadar dan yakin bahwa jika kita bijak dan lebih cerdas, bersahabat dengan alam, kita akan bertahan. kemampuan bersosialisasi dan kreatifitas adalah jalan keluar dari berbagai persoalan.
Ada berbagai macam cara menerapkan program survival ini disesuaikan dengan medan, durasi, peserta dan sasaran program. Menurut tempatnya survival program dibagi menjadi 4 yakni:
a. Survival Laut / Pantai
Survival ini dilakukan di laut dan pesisir pantai. Orang yang meakukan kegiatan survival laut / pantai harus paham tentang laut dan biotanya. Harus bisa melakukan aktifitas yang biasa dilakukan nelayan, antara lain, memancing, menjerat hewan pesisir, membuat rakit, menyelam di air dangkal, mengenali hewan laut dan air payauh, mengenal terumbu karang dan bakau, dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang medan pesisir.
b. Survival hutan / gunung
Medan hutan dan gunung memang lebih bersahabat dengan peserta program survival, bahkan pemula sekalipun. Ketersediaan kebutuhan di hutan / gunung lebih beragam dan mudah diperoleh dibandingka dengan medan lain. Selain itu, tidak harus memiliki keahlian khusus untuk menjalaninya. Beberapa hal yang perlu dikuasai oleh peserta Survival hutan / gunung antara lain navigasi darat dan peta kompas, pengetahuan tentang vegetasi, pengetahuan tali temali dan pengetahuan tentang sumber makanan di hutan.
c. Suvival kota
Medan kota tidak bisa dikatakan ringan. Beberapa perusahaan, organisasi, institusi menggunakan program survival kota sebagai treatmen bagi karyawan dan anggotanya dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Di kota memang hampir semua kebutuhan ada, dan komunikasi yang baik, keberanian dan tingkat percaya diri sangat menentukan.
d. Survival Padang pasir
Semua orang tahu tentang padang pasir, dan seberapa sulitnya orang – orang dari lingkungan tropis seperti Indonesia ini menjalani hidup di tengah ganasnya padang pasir. Butuh fisik yang benar – benar kuat, pengetahuan tentang peta yang memadai, pengetahuan tentang cuaca dan spesifikasi kehidupan padang pasir.
Menurut durasi Survival program dibagi ke dalam 4:
1. Trial : durasi 24 jam ( untuk pemula yang belum terbiasa dengan alam liar dan masih di bawah pengawasan pemandu ). Sangat cocok untuk remaja usia 13 – 19 tahun.
2. Live in: durasi 3 x 24 jam
3. Jelajah : durasi 1 minggu
4. Ekspansi: durasi 1 bulan
Menurut spesifikasi peserta:
1. Survival remaja: program survival yang ditujukan bagi para remaja berusia 13 – 19 tahun dengan durasi 24 jam. Penekanan materi ada pada kreatifitas, ketenangan, konsentrasi dan kemampuan berkomunikasi.
2. Survival Tim
Survival ini ditujukan bagi perusahaan, organisasi dan  institusi. Penekanan program ini adalah kemapuan koordinasi, kooperasi, kreatifitas, kompromi, efisiensi dan efektifitas.
3. Personal Survival
Survival yang dilakukan sendiri – sendiri. Beberapa perusahaan juga memilih program ini sebagai treatmen bagi karyawannya. Penekanan materinya lebih pada kepercayaan diri dan pengendalian diri.
Menurut sasaran program:
1. Pembenahan Mental: Program ini ditujukan bagi mereka yang mengalami tekanan berlebih,karena berbagai persoalan dan tekanan rutinitas, serta orang – orang yang mengalami phobia, dan orang yang bermasalah denga  kepercayaan diri ( kurang / berlebihan )
2. Sosialisasi: Program ini diberikan kepada tim. mereka harus bisa berkomunikasi dengan baik, menjaga relasi meski dalam tekanan, membangun kebersamaan dan saling peduli dalam keadaan apapun.
3. Kreatifitas: Program ini penuh dengan tantangan yang dirancang khusus untuk memperumit situasi peserta, sehingga selain berjuang bertahan menghadapi keterbatasan, mereka juga harus kreatif menyelesaikan semua tantangan.
4. Kepemimpinan: program ini ditujukan bagi pelajar, mahasiswa dan karyawan serta anggota organisasi / institusi. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dalam memimpin, karena pada prinsipnya setiap orang adalah pemimpin!

PAINTBALL

Jungle War (paintball)

Mengadopsi strategi pasukan tempur dalam membangun teamwork, menjadikan Jungle War sebagai salah satu metode teambuilding favorit. Selain sangat efektif membangun tiga komponen team yakni Leadership, Teamwork, dan Communication Skill, adrenalin yang terpacu maksimal memberikan sensasi yang luar biasa bagi peserta. Jungle War memang sering disebut sebagai metode teambuilding dengan kandungan materi paling lengkap. Pertempuran paintball di hutan mengasah kemampuan memimpin, menerima instruksi, membangun empati, meramu strategi, problem solving dan berlatih menjunjung tinggi visi bersama. Program ini juga dibagi dalam 2 pilihan sesi, yakni pagi – siang, dan siang – sore. Selain kompetisi internal, peserta juga diberi kesempatan menjajal kekuatan Skuad Sapujagad 24 yang terdiri dari profesional dalam bidang Jungle War. Materi Jungle War meliputi:
  1. Icebreaking & Conditioning
  2. Grouping
  3. Team Briefing & Strategi
  4. Infasi
  5. Winning the mission! ( kompetisi )
  6. Scoring
  7. We Are One

Fasilitas & Biaya
  1. Program kegiatan
  2. Chief dan tim instruktur
  3. Perlengkapan kegiatan ( senjata, gogle, body protector,  seragam dan  peluru )
  4. Snack dan Traditional Lunch ( sesi pagi ) Snack & Sunset Tea Break ( sesi sore )
  5. P3K & Rescue Team
  6. Dokumentasi
Biaya pelaksanaan program ini adalah Rp. 135.000,00 / pack dengan minimal peserta 20 orang.

BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTER

“PRAKATA”

          Saat ini Sumber Daya Manusia menjadi pusat perhatian untuk pendidikan bangsa dan dunia kerja khususnya lembaga, perusahaan, instansi yang menghasilkan barang dan jasa seperti Bank, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi,Lembaga Pendidikan Formil maupun Non Formil Sumber Daya Manusia sebagai pekerja, karyawan dan pegawai tidak lagi dinilai sebagai alat atau sekedar pelengkap berjalannya roda instansi atau perusahaan, dinilai sebagai asset yang cukup penting dan perlu dikelola secara profesional sebagaimana halnya modal, uang, sarana teknologi dan sarana fisik.

Kemajuan dunia kerja tidak tergantung pada pengelolaan modal dan sarana fisiktetapi justru pada pengelolaan karyawan. Suatu perusahaan bisa berkembang kalau karyawan-nya memiliki motivasi berkembang mampu memberikan kontribusi produktivitas, sikap dan etos kerja. Hal ini akan membentuk lingkaran emas, karena pada situasi yang kondusif untuk berkembang inilah justru menjadi fokus sentral kepuasan karyawan yang “abadi”, tidak semata pada sallary belaka menuju kepuasan pelanggan.

Keberhasilan suatu perusahaan atau badan usaha bukanlah hasil kerja satu individu melainkan dilakukan antar individu yang terlibat dalam organisasi sebagai satu kesatuan yang disebut TEAMWORK.

Secara kodrati nilai sukses terbentuk dari faktor lingkungan dan kondisi alam. Namun sayangnya, budaya dan sistem pendidikan didalam lingkungan keluarga (home schooling) dan pendidikan formal PAUD, TK, SD, Sekolah Lanjutan sampai Perguruan Tinggi yang holistik, praktis tergusur pendidikan kognitif IPTEK. Pendidikan budi pekerti dan nilai kerja, kemandirian diganti budaya protektif. memanjakan (“budaya Mall”) sehingga generasi ini cenderung kurang peka, malas, kurang kreatif, instan (jalan pintas), tak tahan banting. Disisi lain, karyawan-karyawan instansi dan berbagai badan usaha dalam kesehariannya selalu berhadapan dengan berbagai persoalan dengan ruang lingkup kerja dibatasi oleh sekat-sekat tembok, sehingga secara psikologis ruang gerak dan pola pikir menjadi serba terbatas atau dibatasi, serta terbelenggu rutinitas kerja. Untuk itu diperlukan pelatihan-pelatihan di alam bebas. By removing participants from their familiar everyday routine, we try to push them beyond their normal comfort zone to become more outward-looking and enterprising (Nicholas Conceicao, 1997).

Melalui pelatihan manajerial alam bebas (outbound training) setiap individu dihadapkan pada kondisi yang berlainan dari rutinitas. Berbagai bentuk pelatihan kegiatan fisik akan menggali dan menjabarkan segala kelebihan serta kekurangan diri setiap individu. Sesungguhnya setiap individu memiliki kemampuan mental, emosi maupun fisik yang lebih dibandingkan dengan apa yang mereka telah rasakan/tampilkan pada diri mereka masing-masing. Apabila mereka diberi kesempatan untuk berekspresi dalam diklat outbound kemandirian dalam kebersamaan akan dapat lebih optimal sehingga akan menghasilkan nilai dan manfaat yang tak terhingga bagi perkembangan pribadi, perusahaan dan organisasi.

Selamat berekreasi, beroutbound dan menguji adrenalin melalui Fying Fox yang kami design dengan dua pilihan anak dan dewasa , semoga pengalaman dan kegembiraan didapat di lokasi alami nuansa alam, angin dan air Banyu Sumilir di bawah panorama lereng Merapi ini.



(Fransiskus Ogi Sindarto)
          Manager         

SUPERCAMP PBS

Mendengar orang menyebut Camping atau berkemah, banyak orang berpikir bahwa itu aktifitas alam biasa dan yang melakukan itu hanya para pecinta alam atau pramuka. Super Camp ingin membagi rahasia dari salah satu aktifitas alam liar dalam mereduksi berbagai tekanan, friksi dan memberikan energy baru bagi manusia dalam menjalani aktifitas. Melalui program Super Camp, kita memberikan kesempatan kepada alam untuk berkolaborasi dengan kita dalam menjadikan hidup berkualitas. Super Camp akan memberikan kunci menuju rahasia alam membuat kualitas hidup kita menjadi lebih baik.
Program ini dimulai pukul 16.00 – 08.30 ( keesokan harinya ). Materi kegiatan antara lain:
  1. Conditioning
  2. Grouping
  3. Building / icebreaking
  4. Harmoni ( makan malam trdaisional & api unggun )
  5. Jejak malam
  6. Sunrise Trekking ( pagi )
Fasilitas dan Biaya
  1. Program kegiatan
  2. Tim instruktur
  3. Perlengkapan kegiatan ( Tenda, matras tidur, sleepingbag, kompor gas potable, perlengkapan game, dll)
  4. Cofee break 1 kali, makan malam tradisional, sanck malam ( api unggun), tea break dan sarapan pagi.
  5. P3K dan Team kesehatan
  6. Asuransi
Biaya kegiatan ini adalah Rp. 145.000,00 / pack ( minimal 20 peserta )

Monday, September 16, 2013

SEKAPUR SIRIH BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTER

Salam Perkenalan

Dengan Banyu Sumilir
 
Banyu Sumilir Outbound centre berada dalam lahan yang cukup luas dengan panorama alam, angin, air dan udara pegunungan yang masih asli menyatu dengan lingkungan komplek Desa wisata Pasar Kasultanan Sorowulan; merupakan bagian dari CSR Rumah Sakit “PURI HUSADA” menampilkan berbagai macam wahana permainan edukasi yang dapat menggali potensi, kepercayaan dan jati diri.
 
Banyu Sumilir berdiri pada tanggal 8 Desember 2007 dengan slogan “Neng Ndeso Ono Kutho, Ning Ora Dadi Kutho” dalam perjalanannya BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTRE terus berkembang, diminati oleh semua kalangan program outbound, wisatawan baik perorangan maupun organisasi instansi dari berbagai macam tingkatan.
 
Melihat dari animo yang begitu besar dari setiap wisatawan yang datang serta masukan yang diberikan kepada BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTRE, akhirnya kami melengkapi fasilitas wisma penginapan dan ruang pertemuan (sebagai sarana dan prasarana bagi wisatawan yang hendak menikmati suasana bernuansa alam), dan gedung pertemuan semi terbuka (dengan panorama alam) disamping rumah makan dan kolam renang yang sejak awal memang sudah eksis.
 
Aneka game permainan yang terdiri dari tiga media yaitu darat,air dan udara kami miliki dan dalam setiap permainannya kami rancang sesuai tingkatan usia peserta dengan kebutuhan dan tujuan peserta outbound yang keseluruhannya dikemas dalam program-program game yang dapat menggali, memberikan motivasi, kesan dan pengalaman baru bagi setiap peserta outbound.

Kami berupaya dan berharap semoga BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTRE ini dapat menjadi pilihan sebagai wahana pelaksanaan kegiatan pelatihan yang berbasis pada pendidikan mental, spirit dan motivasi bagi seluruh kalangan organisasi, lembaga dan semua lapisan masyarakat. Didalam hal ini kami memiliki budaya kerja “Murah Tetapi Bukan Murahan, Mahal Tapi Berkualitas” Untuk mengenal lebih jauh Banyu Sumilir dipersilahkan membaca seluruh informasi dibuku ini, meninjau lokasi dan menghubungi Manager operational kami yang siap diundang untuk presentasi (Penyesuaian Program Outbound).
 
Selamat mengenal dan selamat datang di Banyu Sumilir Outbound Centre.

Salam Dan Hormat kami,

(Dr. JB. Soebroto)


Pemilik-Pembina

Tuesday, October 16, 2012

PESTA SETIAP LEBARAN IDUL FITRI

Suara rentetan letusan terdengar saling berlomba sesaat kami sekeluarga menginjakkan kaki dirumah sehabis pulang dari melaksanakan Sholat Idul Fitri berjamaah dimasjid. Hal ini sontak membuat kami segera berganti pakaian dan bergegas menuju asal suara letusan-letusan itu terdengar.Ya..pesta petasan tahun ini sudah dimulai, itu yang ada dibenak kami saat perjalanan menuju TKP.

Benar saja, masih sekitar beberapa ratus meter sebelum kami berhasil sampai dilokasi, asap putih terlihat jelas membumbung tinggi memburamkan senyum langit biru yang sedari tadi berusaha menyapa warga masyarakat Kadilobo-Gandok yang sedang menyongsong kemenangan setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan.

Asap putih bercampur bau pekat belerang terbakar, mengiringi suara letusan yang terus membuat irama layaknya suasana dalam adegan pertempuran dimedan perang dalam film-film kepatriotan.

Sesampainya dilokasi pesta petasan itu masih terus berlangsung, jalanan desa itu sudah nyaris tak terlihat karena tertutup rata oleh jutaan serpihan kertas sisa-sisa petasan yang sudah dinyalakan. Puluhan  pemuda pemudi beserta beberapa puluh warga desa lainnya sedang beramai-ramai menyalakan petasan-petasan yang diantaranya memiliki ukuran jumbo.

Empat ujung jalan sengaja dijaga oleh warga untuk mengantisipasi para pemakai jalan lain agar menunggu saat-saat yang tepat untuk lewat, namun yang terjadi para pemakai jalan yang berniat lewat dilokasi kejadian justru ikut melebur diri dalam kerumunan sehingga lokasi terlihat sangat ramai.

Mereka menyadari bahwa menyalakan petasan bisa berbahaya, menyalakan memiliki resiko yang tinggi terlebih apabila ukuran petasan juga tidak kecil, tapi ini adalah tradisi dimana mereka bisa merasakan bahwa mereka benar-benar sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Harapan kami adalah jadikan hal ini tetap menjadi sebuah tradisi yang suka atau tidak suka memang sudah diwariskan, sebuah kenyataan yang kadang membuat pihak-pihak tertentu harus sulit mengambil  keputusan. 


Monday, October 15, 2012

TRADISI DALAM BERCOCOK TANAM : DUSUN KADILOBO GANDOK PAKEM YOGYAKARTA

Ciri utama yang pertama kali dapat dilihat dari karakter masyarakat yang hidup di daerah pedesaan adalah masih kuatnya tradisi saling membantu bahu membahu menyelesaikan "Gawe" salah satu atau lebih warga masyarakatnya.

Yang dimaksud dengan "Gawe' disini adalah pekerjaan atau hajat yang membutuhkan keterlibatan semua anggota keluarga dan memiliki prioritas dan penilaian penting atau urgent.

Salah satu tradisi sederhana tapi terasa sangat bersahaja adalah tradisi saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan warga masyarakat dalam bercocok tanam. Tidak luput pula warga masyarakat dusun Kadilobo-Gandok Desa Purwobinangun Kec. Pakem yogyakarta hingga saat ini juga masih menjunjung tinggi tradisi tersebut, dimana ini dapat kita saksikan setiap musim menanam padi atau masa panen tiba. Satu area milik salah satu warga dusun Kadilobo-Gandok bisa dikerjakan oleh 15 hingga 25 orang sekaligus yang nota bene mereka juga pemilik lahan pertanian diseputaran area tersebut, artinya kapanpun satu lahan pertanian sedang mengalami masa tanam padi atau masa panen, disitulah tercermin satu kondisi betapa harmonisnya kehidupan masyarakat di dusun Kadilobo-Gandok ini.

Kembali seperti alasan terdahulu di tradisi Sambatan bahwa saling membantu adalah bentuk implementasi sederhana yang mengandung makna dari seluruh nilai-nilai makhluk sosial. Bukan hanya karena tradisi ini sangat membantu tapi juga merupakan warisan para leluhur yang jangan sampai hilang dan terlupakan.

SAMBATAN : TRADISI SEJATI ORANG JAWA HIDUP BERMASYARAKAT

Makhluk Sosial, itu adalah sebuah ungkapan dasar paling sederhana tentang bagaimana manusia bisa bertahan hidup didunia ini, yaitu hidup dalam lingkungan manusia lain disekitarnya. Lebih mulia lagi adalah manusia sebagai Makhluk Sosial yang Beradab yang artinya selain manusia harus bisa hidup berdampingan dengan manusia lain, manusia juga makhluk yang yang senantiasa menciptakan aturan untuk menjaga ketertiban dan keberlangsungan masyarakat itu sendiri.

Sambatan yang berasal dari kata Sambat yang berarti  mengucapkan kata untuk meminta bantuan atau pertolongan. Dan dalam tradisi Sambatan ini ada istilah penting yang mengiringinya, yaitu kata "Jawab atau Jawabe" dimana orang jawa menterjemahkan kata tersebut sebagai bentuk lahirnya permintaan bantuan dari orang yang membutuhkan bantuan.Hal ini juga diartikan sebagai wujud adanya tatanan atau aturan dalam tradisi masyarakat jawa dimana setiap orang harus patuh.So...jika ada salah satu warga dalam kurun waktu tertentu akan segera memiliki hajat membongkar/merenovasi rumah misalnya, untuk memperingan bagian pekerjaan dari yang memiliki hajat, maka sudah selayaknya Sambatan tersebut akan dilaksanakan dengan catatan bahwa warga yang sedang memiliki hajat harus secara resmi mengucapkan permohonan bantuan di depan forum rapat/kumpulan atau bisa melalui perwakilan anggota keluarga yang memiliki hajat mengunjungi satu persatu kepada warga sebagai bentuk peng-aplikasian kata "Jawab" itu tadi.

Sambatan adalah bentuk implementasi sederhana yang mengandung makna dari seluruh nilai-nilai makhluk sosial. Bagi masarakat Dusun kadilobo-Gandok Sambatan adalah tradisi dan aktifitas yang sangat  penting untuk dipertahankan dan terus dilakukan. Bukan hanya karena tradisi ini sangat membantu tapi juga merupakan warisan para leluhur yang jangan sampai hilang dan terlupakan.

PERAYAAN AKBAR MANGAYUBAGYA PELANTIKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DIY

Tidak lama lagi, setelah masyarakat yogyakarta bersuka cita dengan disahkannya RUUK Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Undang-undang pada Rapat Paripurna DPR 30 Agustus 2012 dan dilanjutkan dengan pelantikan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X  sebagai gubernur DIY dan Sri Paduka Paku Alam VIII sebagai wakilnya pada 10 Oktober 2012 oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yodhoyono di Gedung Agung ( yang rencana awalnya dilaksanankan di Siti Hinggil ) lalu kini giliran perayaan akbar "Mangayubagya Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Yogyakarta" akan digelar sebagai ungkapan rasa syukur seluruh Masyarakatt Yogyakarta.

Perayaan akbar ini sedianya akan digelar di Dusun Kadilobo-Gandok Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Yogyakarta selama 2 hari, yaitu hari Sabtu-Minggu  tanggal 20-21 Oktober 2012, dimana Dusun Kadilobo-Gandok ini merupakan salah satu Desa Wisata yang berada dikawasan Pasar Perjuangan Srowolan.

Perayaan  akbar ini sendiri akan dihadiri langsung oleh Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam VIII, seluruh Bupati dan Wakil Bupati se-Daerah Istimewa Yogyakarta beserta jajaran pemerintah ditingkat kecamatan dan kelurahan di DIY yang keseluruhan undangan berjumlah 1200 tamu undangan.

Selain acara utama yaitu Do'a Bersama sebagai rasa syukur seluruh Masyarakat Yogyakarta acara ini akan dimeriahkan pula dengan pentas kesenian Campursari pada sore hari  Sabtu 20 Oktober 2012, Pentas Kesenian Wayang Kulit oleh Ki Manteb Sudarsono pada malam harinya dan  dilanjutkan Pentas Kesenian Kuda Lumping pada hari ke dua Minggu 21 Oktober 2012.

Bersama ini mari bersama-sama kita sukseskan perayaan akbar ini dengan tetap menjaga keamanan dan keteriban sebagai wujud rasa hormat dan patuh kita kepada Ngarsa Dalem selaku pimpinan seluruh masyarakat Yogyakarta dan sebagai implementasi Masyarakat Yogyakarta yang memiliki identitas sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi Adab Kebudayaan Santun.


Saturday, October 13, 2012

OUTBOUND PAUD BUDI MULIA DUA [BMD] : KARANGASRI OUTBOUND

Kali ini giliran Keluarga besar peserta didik, Wali Murid dan Pendidik PAUD TERPADU BUDI MULIA DUA [BMD] yang beralamat di Terban GK V/27 Yogyakarta berkunjung dan beraktifitas di Lokasi Outbound Karangasri Adventure Service. Dibawah pengawalan Tim Outbound yang digawangi  Triyanto kegiatan dimulai di Outbound Karangasri Adventure Service - Karanggeneng Kawasan Pasar Perjuangan Srowolan, pakem Sleman Yogyakarta.

Kali ini peserta outbound berjumlah kurang lebih sekitar 150 peserta didik beserta Wali Murid dan para Pendidik. Kegiatan dibagi dalam kelompok terpisah antara para peserta didik dan wali beserta pendidik/ guru.

Acara berlangsung sangat meriah terutama saat para wali dan pendidik terlibat dalam kegiatan dalam sessi outbound dewasa dibawah pengawalan para fasilitator di Outbound Karangasri Adventure Service - Karanggeneng Kawasan Pasar Perjuangan Srowolan.

Terlihat jelas bahwa semua peserta menikmati sessi demi sessi dari awal hingga akhir di outbound Karangasri Adventure Service. Keceriaan serupa juga terlihat diwajah para peserta didik PAUD Budi Mulia Dua [BMD]. Mereka menikmati aktifitas tracking menyusuri area / kawasan dusun Karanggeng di Kawasan Pasar Perjuangan Srowolan dimana jalur yang diambil juga menyusuri area persawahan, jalan kampung dan lokasi kandang ternak sapi di dusun Karanggeneng.

Hal ini ditambah pula dengan sessi- sessi yang dijalankan dilokasi outbound Karangasri Adventure Service Karanggeneng.

Lepas dari keberhasilan kegiatan ini, Outbound karangasri Adventure Service bersama para partner kerja tim outbound independent akan tetap terus menjaga kualitas dan hubungan baik dengan peserta kegiatan yang dalam hal ini adalah peserta outbound PAUD Terpadu Budi Mulia Dua (BMD) Terban Yogyakarta.

link Karangasri Adventure Service

Wednesday, September 26, 2012

TEAM RECOVERY PROGRAM : BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTER : SROWOLAN PAKEM YOGYAKARTA

Hanya dengan keterbukaan, semua permasalahan dapat teratasi. Terbuka pada diri dan orang lain merupakan kunci pemenuhan semua kebutuhan akan terbangunnya sistem diri dan team yang tangguh. Team Recovery Program Banyu Sumilir Outbound Center : Srowolan-Yogyakarta merupakan stimulan yang dikemas dengan sangat menarik dan penuh dengan kejutan yang menantang, yang memungkinkan seorang menjadi pribadi yang lebih terbuka pada diri dan orang yang ada di sekitarnya dengan membangun komunikasi yang sehat dan efektif serta memberikan pengaruh positif dalam meletakan dasar kekuatan team demi menghadapi semua tantangan yang dihadapi. 
 
Program Team Recovery Banyu Sumilir Outbound Center : Srowolan-Yogyakarta ini juga dirancang untuk membantu setiap pribadi di dalam team untuk memperbaiki kembali komunikasi yang mungkin pernah retak atau bejalan tidak sehat sehingga telah mengakibatkan produktivitas personal dan team menurun. Dengan metode Learning In Interest, peserta program ini tidak pernah merasa tertekan berada kembali bahkan dengan orang yang pernah ia benci. 
Banyu Sumilir Outbound Center : Srowolan-Yogyakarta sangat yakin bahwa dengan terbangunnya komunikasi yang sehat antar-personal dalam team, semua potensi akan terakomodir secara maksimal yang menghasilkan kekuatan yang berlipat ganda serta ketahanan memadai terhadap tekanan global. TEAM RECOVERY PROGRAM Banyu Sumilir Outbound Center : Srowolan-Yogyakarta , langkah besar demi lahirnya mimpi besar - bersama. 
sumber : wwwbanyusumilirjogja.blogspot.com
 

SELF CONFIDENCE IN FACT PROGRAM : BANYU SUMILIR : SROWOLAN PAKEM YOGYAKARTA

Pada dasarnya, semua orang memiliki kepercayaan diri. Hal ynag membuat seseorang terlihat tidak memiliki kepercayaan diri adalah kurangnya kesempatan yang diberikan bagi pengembangan semua potensi diri untuk diakui oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Salah satu cara yang dipakai untuk mendongkrak kepercayaan diri yang seseorang adalah dengan proses pengenalan terhadap kemampuan diri dan mencoba menerepakannya bagi kebutuhan orang banyak. Pengakuan terhadap kesanggupan diri juga tidak datang dengan mudah. bayak orang menganggap bahwa setiap orang diciptakan dengan strata kemampuan yang berbeda. Ada yang kemampuannya baik dan ada yang nyaris tidak mempunyai kemampuan sama sekali. Cara pandang seperti itulah yang menyebabkan beberapa orang merasa tidak perlu mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik, karena mereka merasa apa yang mereka bisa lakukan sekarang merupakan batas kemampuan mereka. Dan untuk hal yang lebih, itu menjadi bagian dari orang - orang yang memang tercipta untuk sanggup melakukan hal yang lebih. 
SELF CONFIDENCE IN FACT PROGRAM - BANYU SUMILIR : Srowolan-Pakem-Yogyakarta merupakan program petualangan dengan mengedepankan peningkatan kepercayaan diri secara personal. Kegiatan ini dikemas dalam Trip Hiking yang menakjubkan menuju puncak Gunung Merapi dengan melalui berbagai rintangan dan tantangan yang bertujuan untuk mendorong setiap peserta agar mengerahkan seluruh kemampuannya dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi selama malakukan kegiatan. Trip sensasional yang luar biasa akan menjadi daya dorong tersendiri agar peserta berusaha melewati setiap jengkal tantangan dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Siapa yang mau berkembang menjadi lebih dari pada sekedar orang biasa, biarkan SELF CONFIDENCE IN FACT PROGRAM - BANYU SUMILIR Srowolan Pakem Yogyakarta menjadi gerbang menuju pribadi yang lebih berkarakter dengan potensi yang dahsyat. Anda termasuk orang memiliki obsesi untuk menjadi hebat di masa depan?? Kenali seluruh potensi anda di SINI!!

Friday, August 31, 2012

BANYU SUMILIR OUTBOUND CENTER : SROWOLAN

Banyu Sumilir adalah Penyedia Jasa Layanan untuk Kegiatan Training, Outbound Dan Adventure Service yang berlokasi didalam kawasan Pasar Perjuangan Srowolan Dn. Srowolan, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sebagai yang terbaik di Yogyakarta versi Disbudpar DIY 2009, Banyu Sumilir Outbound Center  Srowolan - Yogyakarta berkembang dan tak pernah berhenti dalam mencapai apa yang disebut dengan Excellent.
Dengan disokong oleh SDM yang berkompeten dalam bidangnya serta dijejali oleh kaum muda yang energik dan ambisius, Banyu Sumilir Outbound Center Srowolan - Yogyakarta berkembang menjadi kekuatan baru dalam bidang training maupun penanganan kegiatan Outdoor dan Wisata petualang ( Adventure ). Di bawah slogan besar "Excellent Personality in Excellent team For Excellent World", Banyu Sumilir Outbound Center siap untuk menjadi partner bagi siapa saja yang selalu ingin meperbaharui keadaannya untuk bergerak menjadi Individu yang luar biasa.
Di Tahun 2012 ini, Seluruh SDM Banyu Sumilir Outbound Center Srowolan-Yogyakarta benar - benar siap untuk menjadi pilihan yang pantas bagi siapapun yang ingin membangun kapasitas dirinya beserta team dan siapapun yang ingin menjelajahi eksotisme Nusantara dengan perspektif yang beda dan baru. 

Dengan ber-Basecamp dilokasi yang sangat representif di asrinya alam pedesaan dikaki gunung Merapi, Banyu Bumilir Outbound Srowolan-Yogyakarta telah mempersiapkan seluruh jajarannya untuk menjadi sahabat bagi anda yang selalu ingin hidup dengan cara yang luar biasa. Bagi kaum muda yang ingin menjajal keberaniannya, Banyu Sumilir Outbound Center Srowolan-Yogyakarta adalah pertner yang tepat dalam mewujudkan keinginannnya untuk menaklukan setiap jengkal lekuk eksotisme alam nusantara.
Anda Team Dan Personal yang haus akan pengalaman baru dan berniat mendeklarasikan diri sebagai orang yang luar biasa?? Datang dan bergandenglah bersama kami, Banyu Sumilir Outbound Center Srowolan-Yogyakarta yang selalu siap dengan tantangan yang lebih dari yang pernah anda bayangkan, dan kita akan akan buktikan bahwa anda lebih dari pada biasa!!

KURT HAHN SANG PENCETUS OUTBOUND

Outward Bound adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun. Fakta Ini dapat dikatakan luar biasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.
Apakah karena konsep ini sangat mudah beradaptasi dan dapat diterapkan pada dunia edukasi secara masal atau karena pemikiran dan filosofi dari konsep metode semacam outbound ini adalah abadi dan memiliki daya tarik universal? atau mungkin kedua faktor tersebutlah yang membuat metode ini menjadi populer dan terus berkembang.
Yang jelas sang penemu metode outward bound atau lebih dikenal outbound training , Kurt Hahn telah meninggal pada tahun 1974 tetapi pengaruhnya dalam Outward Bound dan inisiatif pendidikan lainnya masih hidup hingga saat ini. Beliau lebih menekankan tercapainya tujuan daripada melatih fokus, dengan menggunakan cara yg sangat fleksibel, beragam dan sangat adaptatif. Begitu pula dengan metode Outbound Training, dengan programnya yang boleh dikatakan “tidak lazim”
Kisah Sang Penemu Outbound
Kurt Hahn lahir di Jerman pada tahun 1896, putra seorang industrialis Yahudi kaya, tapi ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris sebagai warga negara Inggris. Sementara ia masih di SMA tahun 1902, ia menghabiskan liburan musim panas di Dolomites dengan teman-teman dari Abbotsholme, sebuah sekolah negeri Inggris. Selama rentang perjalanan ini, dalam sebuah diskusi tentang sistem sekolah umum Inggris, ketertarikan mengenai dunia pendidikan pertama kali masuk ke dalam benak Hahn. Hal ini menyebabkan ia menjadi terobsesi, kemudian ia mulai mendalami filsafat pendidikan dan sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Plato, Baden Powell, Cecil Reddie, Dr Arnold dari Rugby, Herman Lietz dan lain-lain.
Pada tahun 1904, saat ia masih muda, Hahn terkena “sunstroke” yang cukup parah sehingga membuatnya cacat permanen namun disinilah ia merasakan ketegaran karena ia memiliki semangat dan keberanian untuk bertahan hidup yang sangat tinggi. proses pemulihan diri ini dimanfaatkannya untuk mempelajari filsafat pendidikan secara lebih mendalam dan merumuskan sistem pendidikan yang hingga saat ini menjadi sangat populer.
Salah satu prinsip hidupnya yang ia pegang teguh sejak saat itu adalah, “ketidakmampuan Anda adalah Peluang Anda”, yaitu mengubah Tantangan menjadi Keuntungan, dengan cara selalu melakukan hal yang benar, terbaik dan bermanfaat meskipun dalam keadaan yang dirasakan sangat sesulit apapun.
Filsafat pendidikan Hahn adalah perpaduan dari apa yang dianggap sebagai ide terbaik yang diambil dari berbagai sumber. Menurutnya, pendidikan adalah seperti pengobatan, metode pengobatan yang ada pada saat ini adalah hasil penemuan dan penyempurnaan dari metode metode terdahulu, jika anda datang ke seorang ahli bedah umum dan meminta untuk membedah usus anda dengan cara yang terbaik dan benar, pasti dokter ahli bedah umum tersebut akan menyarankan anda untuk datang ke ahli bedah yang lebih ahli mengenai usus.
Jadi menurut Hahn, tidak ada yang istimewa dan baru dari metode “temuannya”, karena menurut Hahn, ia hanyalah mengumpulkan, merumuskan kemudian mengemasnya dengan cara yang dianggapnya paling sesuai dengan pengalaman atau proses hidupnya pada masa itu. Beliau menganggap, lebih baik meminjam sebuah ide atau metode yang sudah teruji dan terbukti ketimbang harus mencari dan berkesperimen dengan metode baru.
Kunci keberhasilan Hahn adalah, ia berhasil merangkum, mengambil dan menggabungkan ide dan metode terbaik dari tiap pakar pendidikan di dunia, menjadi suatu metode edukasi yang sangat unik.
Hahn memiliki keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi dan kekuatan spiritual serta kemampuan untuk membuat penilaian yang benar mengenai nilai hidup dan moral.
Dalam perkembangan hidupnya, seseorang itu kehilangan kekuatan spiritual ini dan kemampuan untuk membuat penilaian moral karena, apa yang Hahn sebut, diseased society dan the impulses of adolescence.
Oleh karena itu, Hahn terobsesi oleh dekadensi moral atau penyakit sosial yang dia amati di masyarakat, dan sangat tergerak untuk mencari solusinya, beberapa “penyakit” tersebut misalnya seperti :
  • Penurunan tingkat kebugaran karena adanya sarana transportasi modern, pada saat itu lokomotif atau mesin
  • Penurunan memori dan imajinasi karena bingung, waswas, stress, gelisah akibat dampak dari modernisasi
  • Penurunan tingkat keterampilan dan perhatian karena melemahnya tradisi dan budaya yang positif serta keahlian
  • Penurunan disiplin diri karena ketergantungan pada obat-obat perangsang dan obat penenang
  • Penurunan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama karena masing masing sibuk dan egois dengan gaya hidup modernnya
Sebagai bagian dari perhatiannya terhadap kekuatan dan kemampuan fisik adalah, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat kemampuan fisik, baik bakat fisik alamiah maupun ketidakmampuan fisik alamiah, misalnya seperti cacat fisik.
Keduanya memiliki kelebihan dan memberikan kesempatan: satu untuk mengembangkan kekuatan dan yang lainnya untuk mengatasi kelemahan. Inilah yang menjadi prinsip atau pegangan Hahn’s berikutnya yaitu,
“Ada banyak kelebihan pada diri anda daripada yang anda pikirkan dan bayangkan.”
Tujuan Hahn adalah untuk menyediakan wahana ideal untuk mengaktifkan kesadaran dan potensi kekuatan tersebut, sehingga setiap orang dapat menemukan kesempurnaan jati diri manusianya dan salah satu wahana yang ia buat adalah Outward Bound atau lebih populer di Indonesia dengan istilah Outbound Training.
*dirangkum dari berbagai sumber
Executive adventure outbound malang. Sebagai salah satu provider outbound besar yang ada di Indonesia berusaha memberikan yang terbaik untuk anda.
Diambil dari Executive Adventure
 

KARANGASRI OUTBOUND (KAS) KARANGGENENG - SROWOLAN

Kabupaten Sleman yang merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal memiliki potensi daerah yang sangat beragam. Selain sektor pariwisata, agrobisnis, dan pendidikan, Kabupaten Sleman saat ini juga mulai ‘digairahkan’ dengan munculnya desa-desa wisata yang membawa potensi alam dan kearifan lokal masyarakatnya. Berlatar belakang Gunung Merapi yang menjadi salah satu ikon wisata alamnya, wilayah bagian utara yang merupakan kawasan lereng gunung seperti Tempel, Turi, Pakem, dan Cangkringan, mulai menggalakkan program pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata. Salah satu desa wisata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaannya adalah Agromina Wisata Karangasri Dusun Karanggeneng yang selanjutnya ditempat ini Berdiri suatu kawasan wisata yang kami beri nama Outbound Karangasri Adventure Service (KAS).
Berlokasi di Desa/Kel. Purwobinangun Kec. Pakem Kab. Sleman, Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) memiliki fasilitas utama untuk kegiatan Outbound serta memiliki fasilitas pendukung untuk kegiatan camping ground, fishing, dan beragam wisata minat khusus lainnya. “Dengan fasilitas ini, berupa wahana outbond/ outing, camping ground, home stay, dan pemancingan, kami berupaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya warga masyarakat untuk bisa ikut serta memanfaatkan Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng-Srowolan-Yogyakarta sebagai tempat pemberdayaan mereka (warga),” jelas Bapak Ahmad Junaidi (48) selaku perintis Outbound Karangasri Adventure Service (KAS).

Meskipun pembangunan sudah dimulai pada tahun 2008, namun Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng - Srowolan :Yogyakarta baru beroperasi efektif selama beberapa tahun terakhir ini. Hal itu dikarenakan pendanaan murni dari swadaya masyarakat, sehingga tidak seluruh bangunan fisik bisa diselesaikan dalam satu waktu. “Kami membangun ini (Outbound Karangasri Adventure Service / KAS) secara bertahap, pedomannya adanya dana berapa, kami cak’ke ( langsung digunakan / Bahasa Jawa),” imbuh Bapak Ahmad Junaidi. Alhasil, dengan dukungan penuh dari warga masyarakat, lahan seluas 3 hektar tersebut saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bagi kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum dengan fasilitas yang sangat memadai.
Menurut Bapak Junaidi, pada awalnya wilayah ini memiliki potensi masyarakat dan fasilitas alam yang memadai sebagai lokasi pengembangan desa wisata. “Potensi masyarakat yang kami miliki berupa potensi agro, yaitu salak pondoh, tanaman pangan, dan perikanan, sementara fasilitas alamnya berupa sungai dan embung (danau kecil),” imbuhnya. Atas dasar itulah, maka konsep awal desa wisata yang dikembangkan dan menjadi ‘brand’ Karangasri adalah AGROMINA, dengan sasaran utamanya wisata pertanian dan perikanan.

Pada perjalanannya, kemampuan para SDM yang berkecimpung di Dusun Karanggeneng telah mengalami perkembangan dibidang kegiatan outbound yang signifikan dibeberapa tahun terakhir, sehingga Karangasri memutuskan dan memberanikan diri untuk mengembangkan brand image Agromina kearah Outbound dan Camping Ground.
Jadi selain paket utama berupa out bond, susur sungai, camping ground, dan pemancingan, Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng- Srowolan : Yogyakarta juga memiliki wisata minat khusus lainnya. Paket wisata khusus tersebut antara lain paket pertanian (membajak sawah, memanen padi/ sayuran), paket perkebunan (cara budidaya salak, memetik buah salak), paket peternakan (cara beternak sapi/ kerbau/ kambing, memberi makan hewan ternak, memandikan hewan ternak), dan paket budaya (belajar karawitan, gamelan). Sementara bagi pecinta kuliner, Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng-Srowolan:Yogyakarta menyiapkan wisata kuliner dengan menu aneka olahan ikan dan berbagai menu tradisional (ndeso) seperti sego megono, gudangan, dan trancam.
Kendati masih menggunakan sistem pemasaran sederhana, yaitu dari mulut ke mulut, namun apresiasi masyarakat terhadap Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng-Srowolan ; Yogyakarta cukup tinggi. “Setiap akhir pekan kami selalu menerima kunjungan dan kegiatan dari berbagai pihak, baik itu kalangan pelajar, mahasiswa, company, masyarakat umum, dan instansi pemerintah,” tambah Bapak Junaidi. Dengan biaya Rp.40.000,00-Rp.60.000,00/ orang per hari, para pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada di Desa Wisata Karangasri, sekaligus merasakan sejuknya alam lereng pegunungan dengan hamparan kebun salak dan persawahannya.

 Jadi, bagi Anda yang ingin ‘kembali ke alam’ dan menikmati paket wisata agromina, Outbound Karangasri Adventure Service (KAS) Karanggeneng_Srowolan:Yogyakarta menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda pilih.